Selamat Datang Di Website cakapriau.com

Mandi-mandi di Sungai, Bocah SD ini Ditemukan Meninggal di Sungai Batang Lubuh Rohul

Senin, 6 September 2021

ROHUL (CakapRiau.com) – Bocah perempuan kelas 4 SD di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Alhabeba Nasution ditemukan meninggal dunia usai hanyut di aliran sungai Batang Labuh, Desa Tangun, Kecamatan Bangun Purba, Rohul, Senin (6/9/2021).

Bocah 10 tahun ini ditemukan sudah terbujur kaku setelah dua hari menghilang terbawa arus. Pihak keluarga pun sempat mencari keberadaan anak tersebut di aliran sungai yang merupakan tempat terakhir bocah ini bermain.

Mayat bocah ini ditemukan pertama kali oleh warga sekitar, Wandri yang sedang mencari ikan. Mayat itu ditemukan dalam kondisi tersangkut di batang pohon sawit di aliran sungai tersebut. Posisinya mengambang.

Kapolres Rohul melalui Humas, Aipda Mardiono Pasda menjelaskan, bahwa bocah tersebut sebelumnya hilang karena hanyut di aliran sungai pada Sabtu 4 September 2021.

“Bocah perempuan ini ditemukan warga sudah meninggal, setelah dua hari hilang karena hanyut di aliran sungai Batang Labuh,” kata Mardiono, Senin (6/9/2021).

Selama dua hari tersebut, pihak kepolisian bersama tim SAR juga turut mencari keberadaan bocah SD ini. Namun baru dua hari setelahnya ditemukan.

Sebelumnya, bocah perempuan ini bersama teman-temannya mandi-mandi di aliran sungai tersebut, Sabtu sekitar pukul 16.00 WIB. Bocah ini diketahui sempat terjun dari jembatan gantung tersebut, dan hilang terbawa arus. Pihak keluarga histeris dan terus mencari keberadaannya.

Kronologis penemuannya, kata Mardiono, bahwa pada Senin 6 September 2021 sekitar pukul 07.30 WIB, seorang warga, Wandri (40) pergi mencari ikan di pinggiran sungai dekat kebun sawit dan melihat ada mayat terapung yang tersangkut di batang sawit yang sudah tumbang di tengah sungai.

“Kemudian dia langsung menghubungi pihak pemerintah desa setempat,” ujar Mardiono.

Setelah mendapat informasi tentang penemuan mayat bocah wanita di aliran sungai Batang Lubuh, Dusun Simpang Tiga Desa Rambah Tengah Hilir, kemudian tim dari BPBD, Polsek Rambah dan Koramil 02 Rambah menuju ke TKP dan mengevakuasi mayat tersebut.

“Lalu mayat dibawa ke RSUD dan di masukan ke ruang jenazah dgn mengunakan mobil patroli milik Polsek Rambah dan menunggu pihak keluarga korban yang anaknya hanyut dari desa Bangun Purba itu,” jelasnya.

Setelah pihak keluarga sampai di RSUD dan memastikan bahwa mayat tersebut adalah betul anaknya, mereka pun turut histeris.

Lalu keluarga korban meminta kepada pihak kepolisian Polsek Rambah agar korban yang merupakan anak kandungnya untuk segera dibawa pulang ke rumah untuk dimakamkan.

“Orang tua korban sudah mengikhlaskan atas kematian anaknya tersebut, dan menolak divisum,” jelasnya.(PI/CKR)

Banner-Top

Baca Juga

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Whatsapp