Selamat Datang Di Website cakapriau.com

Pemko Pekanbaru Kembangkan Destinasi Wisata Okura, Ini Keunggulan Wisatanya

Kamis, 2 September 2021

PEKANBARU (CakapRiau.com) – Sejumlah destinasi wisata di Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Timur, Kota Pekanbaru semakin bergerliat. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru saat ini fokus mengembangkan sektor wisata dan manufaktur di lokasi itu.

Suasana kampung Okura masih menggambarkan kehidupan masyarakat sehari-hari, penggunaan bahasa di sini masih bahasa melayu kuno. Adanya rumah panggung di desa ini menjadi ciri kehidupan kampung nelayan yang masih ada hingga sekarang. Kerajinan lidi, menjadi salah satu usaha ibu-ibu yang memiliki nilai ekonomi. Hal inilah yang menjadi daya tarik Okura, sehingga melalui Surat Keputusan Walikota Pekanbaru Nomor 333 Tahun 2021 Tanggal 22 Maret 2021 Menetapkan Okura sebagai Kampung Budaya Ramah Muslim Kota Pekanbaru.

Dengan luas wilayah 7.000 Ha terdiri dari 6 RW dan 19 RT dengan jumlah penduduk kurang lebih 2.326 jiwa. Kelurahan Tebing Tinggi Okura memiliki sejumlah destinasi wisata diantaranya, Taman bunga impian, Wisata Dakwah, Wisata Rumah Tua Tepi Sungai dan Wisata Susur Sungai Ukai.

Kemudian, objek wisata jambu madu deli, pengembangan wisata buah kurma, wisata air dangkal dengan memanfaatkan aliran sungai pengembang, danwisata pertanian.

Wali kota Pekanbaru Firdaus mengatakan, Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) di kawasan itu sedang dalam proses penyusunan. “Jadi kawasan ini dalam penyusunan RDTR dan susun pola ruangnya,” kata Wali kota, Kamis (2/9/2021).

Wali kota menyebut, bahwa pembangunan kawasan Tebing Tinggi Okura hingga Danau Kayangan menjadi industri wisata dan manufaktur. Selain itu, juga ada pengembangan perumahan dan pemukiman bagi masyarakat.

“Jadi kita kembangkan potensi wisata di danau dan wisata budaya kawasan perkampungan Melayu Okura,” jelasnya.

Kawasan itu nantinya disulap menjadi kampung budaya. Bisa juga menjadi lokasi tujuan pertukaran pemuda melayu sembari pengembangan wisata dan adat budaya. Penataan ini seiring dengan perencanaan dengan Industri Tenayan. Adanya penataan kawasan ini bakal jadi pedoman dalam pembangunan di masa mendatang.

Di dalam RDTR, Wali kota menyebut juga termaktub rencana jaringan jalan. RDTR yang disusun menyesuaikan dengan RTRW. Sehingga nantinya pembangunan berlangsung sesuai dengan aturan dan pedoman yang ada.

“Penyusuran RDTR ini bertujuan untuk memberi kepastian investasi. Pemerintah kota ingin memberi kepastian peruntukan wilayah kepada investor terkait status dari lahan yang ada,” jelasnya.

Keunggulan Kampung Wisata Okura

Terpisah, Kabid Pengembangan Sumberdaya Pariwisata Dispar Riau, Ridho Adriansyah menuturkan, bahwa posisi Kelurahan Tebing Tinggi yang berada di ibukota Provinsi Riau memudahkan untuk didatangi oleh wisatawan, baik melalui udara, darat, dan sungai. Lokasi Okura dengan bandara Sultan Syarief Qasyim II dapat ditempuh 45 menit menggunakan roda dua atau roda empat.

“Sebelum ditetapkannya Okura sebagai Desa Wisata, kegiatan pariwisata belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Masyarakat hidup dari bertani, berternak dan menjadi nelayan menangkap ikan disungai. Seiring berjalannya waktu dimana keberadaan pariwisata mulai dirasakan manfaatnya,” Ridho menuturkan.

Adapun ragam atraksi wisata di destinasi ini yaitu Susur Sungai Ukai, Berkuda dan Memanah yang menjadi daya tarik wisata halal, Tarian Badeo Kayangan, Tari Zapin Pecah Dua Belas, Permainan Gasing.

Sementara, pada acara-acara tertentu pengunjung bisa mencicipi ragam kuliner yang dihidangkan, seperti makanan Lemping sagu, Gobak Sagu, Asam pedas, Asam Buai, Dodah Ikan, Pekasam, Manisan Asam Kelubi, Hasidah, Cocang Terong Asam, Peyek Ikan Pantau, Bolu Kembojo, Ketupat Sambal Belacan. Untuk minuman ada Cendol Sagu, Sirup Mombang, Laksamana Mengamuk, Kepuon Sagu.

“Pokdarwis yang sudah terbentuk di Kampung Wisata Okura yaitu, Pokdarwis kampung wisata okura, Pokdarwis badeo kayangan, Pokdarwis wisata dakwah Okura, Pokdarwis taman bunga, Pokdarwis susur sungai ukai Ketua Asril, Pokdarwis Homestay, Pokdarwis budaya dan seni, Pokdarwis Kuliner Okura, Pokdarwis Agro Habibi, dan Pokdarwis wisata buah dan wisata air dangkal,” jelasnya.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru maupun Dinas Pariwisata Provinsi Riau, pernah melibatkan Pokdarwis Okura dalam pelatihan dan pendidikan Sadar Wisata dan pelatihan-pelatihan lainnya. Bertujuan untuk peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia bidang Pariwisata.

Kampung wisata Okura mulai dikunjungi wisatawan mancanegara, pada bulan Oktober 2014 dengan menjadikan Kampung Wisata Okura sebagai tempat bertemunya ratusan tokoh budaya se-Asia Tenggara yang tergabung dalam DMDI (Dunia Melayu Dunia Islam ). Berkumpulnya para budayawan tersebut untuk membahas berbagai persoalan yang terkait dengan budaya Melayu serta pagelaran seni serumpun. Kegiatan DMDI sudah dilaksanakan dua kali di Okura.

Perwakilan pemerintahan Malaysia pernah juga malaksanakan kegiatan study banding di sini. Dilakukan oleh Pengusaha Homestay Malaysia dan menginap di Homestay yang terdapat di Kampung Wisata Okura.

Wisata Dakwah Okura (WDO) secara berkala menyelenggarakan lomba ketangkasan berkuda sejak tahun 2016, di ikuti peserta baik dari dalam maupun luar negeri, terakhir penyelenggaraan secara Internasional dilaksanakan tahun 2019 yaitu kegiatan Asia friendly Endurence Ride yang diikuti oleh atlit baik lokal maupun Internasional.(PI/CKR)

Banner-Top

Baca Juga

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Whatsapp